Selasa, 19 Januari 2010

Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah:
• Novel
• Cerita/cerpen (tertulis/lisan)
• Syair
• Pantun
• Sandiwara/drama
• Lukisan/kaligr


MENULIS RESENSI, SULITKAH?
23 Juli 2008 oleh barnas
Resensi? Apakah itu? Bagaimana ya cara menulisnya, gampang nggak sih? Secara etimologis, kata resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Kedua kata tersebut berarti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Berbagai istilah tersebut mengacu kepada hal yang sama yaitu mengulas sebuah buku. Kamus Umum Bahasa Indonesia mengartikan resensi sebagai ”Pertim-bangan atau pembicaraan buku, ulasan buku”Gorys Keraf mendefinisikan resensi sebagai ”Suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku” (Keraf, 2001 : 274). Dari pengertian tersebut muncul istilah lain dari kata resensi yaitu kata pertimbangan buku, pembicaraan buku, dan ulasan buku. Intinya membahas tentang isi sebuah buku baik berupa fiksi maupun nonfiksi. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut penulis menyimpulkan bahwa resensi adalah tulisan ilmiah yang membahas isi sebuah buku, kelemahan, dan keunggulannya untuk diberitahukan kepada masyarakat pembaca.
Bagaimana Meresensi Buku Novel?
Untuk meresensi novel terlebih dahulu kita harus memahami unsur-unsur pembangun novel. Unsur pembangun novel tersebut antara lain sebagai berikut: latar, perwatakan, cerita, alur, dan tema. Latar biasanya mencakup lingkungan geografis, dimana cerita tersebut berlangsung. Latar juga dapat dikaitkan dengan segi sosial, sejarah, bahkan lingkungan politik dan waktu. Perwatakan artinya gambaran perilaku tokoh yang terdapat dalam novel. Pembaca harus dapat menafsirkan perwatakan seorang tokoh. Cara penggambaran watak ini biasanya bermacam-macam. Ada penggambaran watak secara deskriptif dan ada pula secara ilustratif. Cerita novel bisa meliputi peristiwa secara fisik—seperti perampokan, pembunuhan, dan kematian mendadak, namun juga peristiwa kejiwaan yang biasanya berupa konflik batiniah pelaku. Alur berkenaan dengan kronologis peristiwa yang disampaikan pengarang. Sedangkan tema merupakan kesimpulan dari seluruh analisis fakta-fakta dalam cerita yang sudah dicerna.
Sebelum menulis resensi perlu memahami terlebih dahulu langkah-langkah yang harus ditempuh. Berkenaan dengan itu Samad (1997 : 6-7) memberikan langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
a) Penjajakan atau pengelanaan terhadap buku yang akan diresensi;
b) Membaca buku yang akan diresensi secara konprehensif, cermat, dan teliti.
c) Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutif untuk dijadikan data;
d) Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi;
e) Menentukan sikap dan menilai hal-hal yang berkenaan dengan organisasi penulisan, bobot ide, aspek bahasanya, dan aspek teknisnya;
Mengoreksi dan merevisi hasil resensi atas dasar kriteria yang kita tentukan sebelumnya. Berbagai buku paket mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia juga menganjurkan langkah-langkah menulis resensi novel. Buku Berbahasa dan Sastra Indonesia yang ditulis Syamsudin (2004 : 81) menyarankan langkah-langkah menulis resensi novel sebagai berikut:
a) Tuliskan identitas buku pada awal tulisan;
b) Kemukakan sinopsis atau ringkasan novel tersebut;
c) Kemukakan pembahasan novel tersebut dilihat dari unsur-unsur pembentuknya. Tunjukkan kelebihan dan kekurangan novel tersebut disertai bukti berupa kutipan-kutipan;
d) Bagian akhir diisi dengan simpulan, apakah novel itu cukup baik untuk dibaca serta siapa yang layak membaca novel tersebut.
Pendapat yang lebih ringkas tentang langkah menulis resensi novel dikemukakan dalam buku paket lain yang ditulis Permadi (2005 : 233) sebagai berikut:
a) Pilihlah novel yang baru diterbitkan, biasanya 3 tahun terakhir;
b) Kemukakan identitas buku novel secara singkat berkenaan dengan pengarang, tahun terbit, dan jumlah halaman, serta katalog;
c) Kemukakan garis besar novel secara ringkat, kelebihan dan kekurangannya.
Pendapat lain tentang langkah menulis resensi dikemukakan oleh Raharjo (2004 : 54) sebagai berikut:
a) Membaca contoh-contoh resensi;
b) Menentukan buku yang akan diresensi;
c) Membaca buku yang akan diresensi secara teliti;
d) Mencatat hal-hal yang menarik dan yang tidak menarik dari buku yang akan diresensi;
e) Berlatih menyusun resensi.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas penulis melihat banyak persamaan tentang langkah-langkah penulisan resensi. Jika semua pendapat tersebut digabungkan maka secara garis besar langkah menulis resensi terbagi atas tiga tahapan. Tahapan menulis resensi adalah sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan meliputi: (a) Membaca contoh-contoh resensi; dan (b) Menentukan buku yang akan diresensi.
2. Tahap Pengumpulan data: (a) Membaca buku yang akan diresensi; (b) Menandai bagian-bagian yang akan dijadikan kutipan sebagai data; (c) Menuliskan data-data penulisan resensi.
3. Tahap penulisan meliputi: (a) Menuliskan identisa buku; (b) Mengemukakan sinopsis novel; (c) Mengemukakan kelebihan dan kekurang-an buku novel; (d) Mengemukakan sasaran pembaca; dan (e) Mengoreksi dan memperbaiki resensi berdasarkan susunan kalimatnya, kohesi dan koherensi karangan, diksi, ejaan dan tanda bacanya.


55. Apa yang dimaksud karangan atau artikel fiksi?
Karangan atau artikel fiksi adalah karangan yang semata-mata hasil oleh pikir yang sipatnya khayalan dan angan-angan belaka.
56. Apa yang disebuat karangan ilmiah?
Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya.
57. Apa yang dimaksud karangan non-ilmiah?
Karangan non-ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar,


topiknya dan cara penyajianya juga berfariasi, tapi isinya tidak didukung dengan fakta umum. Datanya dihasilkan bukan dari riset langsung melainkan hasil dari kesimpulan wawancara, atau bentuk lain.
58. Apa yang dimaksud karangan ilmiah populer?
Karangan ilmiah populer adalah karangan tentang kehidupan sehari-hari yang ditulis berdasarkan metoda ilmiah hingga mudah dipahami oleh rata-rata pembaca.
59. Apa yang dimaksud naskah?
Naskah adalah karya asli seseorang yang hendak diterbitkan dalam surat kabar dan majalah atau dibukukan. Adakalanya dibacakan di media elektronik terutama dalam film dokumenter.
60. Apa yang dimaksud naskah jadi dan naskah kotor?
Naskah jadi adalah bahan berita yang tidak perlu diubah lagi, berasal dari badan/lembaga pers atau bedan publisitas. Adapun naskah kotor adalah naskah yang banyak kesalahan, disitu banyak sekali tanda kereksi masih perlu diadakan revisi (ditulis ulang).
61. Apa pengertian artikel?
Artikel adalah segala jenis tulisan atau karangan yang terbit atau akan diterbitkan di surat kabar atau majalah. Bisa juga yang ditayangkan atau dibacakan di media elektronik.
62. Sebagai salah satu karya ilmiah yang diterbitkan di media massa, pembuatan artikel memerlukan syarat-syarat khusus, mohon dijelaskan?
Artikel adalah salah satu karya ilmiah yang memiliki ciri-ciri atau memerlukan syarat-syarat khusus dalam pembuatannya sebagai berikut :
1. Lugas, yaitu penulisan langsung menuju persoalan.
2. Logis, yaitu segala keterangan yang dipaparkan, memiliki dasar dan alasan yang logis (masuk akal) dan dapat diuji kebenarannya.
3. Tuntas, yaitu masalah dikupas secara mendalam.
4. Obyektif, yaitu keterangan yang disajikan sesuai dengan data dan fakta yang ada.
5. Cermat, yaitu berusaha menghindari berbagai kekeliruan walau sekecil apapun.
6. Jelas dan padat, yaitu keterangan yang dikemukakan dapat dipahami pembaca dan tidak bertele-tele.
7. Tidak melibatkan emosi berlebihan, seperti rasa haru, marah, benci atau kagum yang diungkapkan secara berlebihan.
8. Terbuka dan tidak egois, yaitu menerima kemungkinan pendapat baru dan tidak merasa diri paling benar.
9. Memperhatikan bahasa baku dan mengikuti kaidah tanda baca yang diakui.
63. Apa yang dimaksud ide?
Ide adalah sesuatu yang muncul dalam pikiran secara spontanitas. Ide ini muncul biasanya jika pikian kita menangkap sesuatu yang menurut pikiran kita cukup menarik. Ide muncul tidak kenal tempat dan waktu, artinya kapan saja dan dimana saja, ide bisa muncul. Untuk itu seorang panulis semestinya selalu membawa alat tulis sehingga manakala ide muncul ia bisa langsung menuliskannya.
64. Apa pengertian topik?
Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel.
65. Apakan ada cara khusus untuk memunculkan ide?
Sekalipun ide itu muncul spontanitas, namun bukan berarti tidak bisa diusahakan kemunculannya. Datangnya ide bisa kita munculkan umpamanya dengan sering membaca. Seorang panulis mutlak harus membiasakan hal itu, biasanya ketika tengah membaca buku, secara tiba-tiba muncul itu untuk membahas sesuatu. Bisa juga dengan banyak aktivitas organisasi. Dalam aktivitas organiassi biasanya berinteraksi dengan banyak orang, bisa bincang-bincang atau tukar pendapat. Dari bincang-bincang ini terkadang muncul ide untuk membahas suatu masalah. Cara lain umpamanya dengan manonton acara televisi, mendengar radio, atau dengan berjalan-jalan.
66. Apa yang disebut tema itu?
Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis.
67. Apa pengertian kerangka karangan?
Kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas; susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan. kerangka karangan; rencana penulisan, dibuat untuk mempermudah penulisan agar tidak keluar dari tema atau topik yang dituju. Pembuatan kerangka karangan penting agar tulisan atau artikel tidak kaku atau agar penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. Terutama bagi penulis pemula, pembuatan kerangka karangan ini sangat dianjurkan. Adapun penulis profesional yang telah terbiasa menulis artikel, nampaknya tidak terlalu memerlukan kerangka karangan yang mendetail, cukup garis besar atau pokok-pokok yang akan ditulis
68. Apa manpaat dibuatnya kerangka karangan?
Manpaat kerangka karangan adalah untuk menyusun tulisan agar tertulis secara teratur, mempermudah pembahasan dan menghindari penulisan ke luar dari sasaran pembahasan, memudahkan penulis menciptakan klimak yang berbeda-beda, menghindari penggarapan sebuat topik sampai dua kali atau lebih, memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu. Sehingga dengan adanya kerangka karangan, seorang penulis bisa langsung menyusun tulisan dengan butir-butir bahasan yang telah tercantum dalam kerangka karangan itu.
69. Apa saja syarat-syarat kerangka karangan yang baik?
kerangka karangan yang baik memiliki syarat-syarat :
1. Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas.
2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.
70. Apa pengertian judul itu?
Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.
71. Apa kiat agar cepat bisa membuat judul?
Resep agar seorang penulis pemula cepat mahir dalam membuat judul, hendaknya sering mengamati judul - judul artikel orang lain yang sudah terbit di media massa. Hal itu penting, karena membuat judul yang benar, padat dan menarik, tidaklah mudah. Terlebih lagi setiap media cetak berbeda dalam menerbitkan suatu judul. Namun pada intinya, Judul hendaknya singkat padat, Menarik dan menggambarkan isi bahasan.
72. Apa saja syarat-syarat pembuatan judul?
Judul dalam pembuatannya menuntut syarat-syarat :
1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.
3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata. Jika pengarang tidak dapat menghindakna dari judul yang panjang (terpaksa), maka dapat menemouh jalan keluar dengan menciptakan judul utama yang singkat, tetapi judul tambahan yang panjang.
73. Apa yang dimaksud judul langsung dan judul tak langsung?
Judul langsung adalah judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya dengan bagian utama berita nampak jelas. Sedangkan judul tak langsung adalah judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita, tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
74. Apa fungsi judul itu?
Judul memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis
2. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya.
3. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan rung lingkupnya.
4. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud, dan tujunnya.
75. Apa yang dimaksud dengan lead atau teras berita?
Lead adalah pendahuluan karangan atau pendahuluan artikel (tajuk) lazimnya ditempatkan pada paragraf pertama atau paragraf pertama dan kedua. Penulisan lead dalam artikel harus hangat, menggugah pembaca untuk mengetahui isi bahasan dan menggambarkan keadaan yang membutuhkan pembahasan dan pemecahan. Khusus untuk lead artikel Agama (Islam), bisa berupa kutipan ayat suci Al-Qur’an, sabda Rasul SAW, nasihat para sahabat Nabi Muhammad SAW, pendapat atau nasihat ulama dan kata-kata hikmah. Semuanya ditempatkan pada paragraf awal.
76. Bagaimana syarat lead untuk berita?
Adapun lead berita adalah teras berita bagian penting suatu berita atau artikel yang harus mencakup formula 5W + 1H (What/apa, Who/siapa, Were/di mana, Why/mengapa, When/kapan, How/bagaimana). Beberapa cara dalam penulisan teras berita atau lead :
1. Mencerminkan pokok berita
2. Tidak lebih dari 30 perkataan
3. Mudah dipahami, singkat, satu gagasan dalam satu kalimat tidak memusatkan sekaligus 5W + iH (salah satu)
4. Penambah keterangan ditempatkan pada badan berita
5. Mengutamakan unsur APA
6. Unsur SIAPA dalam teras berita harus seorang tokoh
7. Unsur waktu (WHEN) digunakan pada permulaan berita bila perlu
8. Urutan berita sebaiknya TEMPAT baru disusul oleh unsur waktu
9. Unsur BAGAIMANA dan MENGAPA diuraikan dalam badan berita
10. Dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seorang tokoh
77. Apa pengertian tajuk rencana dan maksud penulisannya?
Tajuk rencana adalah karangan pokok suatu surat kabar; mahkota atau induk karangan surat kabat yang lazimnya membawakan pendpat surat kabat itu. Sebagian penulis berpendapat bahwa tajur rencana adalah : pernyataan mengenai fakta dan opini secara singkat, logis, menarik ditinjau dari segi penulisan dan bertujuan untuk mempengaruhi pendapat, atau memberikan interpretasi terhadap suatu berita yang menonjol. Secara terperinsi, maksud penulisan tajuk rencana adalah :
1. Menjelaskan berita, yaitu surat kabar tersebut bebas memberikan interpretasi untuk menjelaskan suatu berita kepada masyarakat
2. Mengisi latar belakang, yaitu mengarahkan pada berita-berita yang berkaitan dengan kenyataan-kenyataan sosial
3. Meramalkan masa depan, penulis tajuk rencata meramalkan apa yang akan terjadi masa mendatang dengan latar belakang kejadian yang tengah terjadi
4. Merumuskan suatu penelitian sosial, yaitu penulis tajuk rencana memberikan penilaian atau argumentasi terhadap suatu kejadian, berita atau peristiwa tertentu yang tengah terjadi.
78. Apa yang dimaksud dengan wawancara/interview?
Wawancara adalah tekhnik mendapatkan keterangan dengan mengajukan serangkain pertanyaan untuk bahan berita.
79. Macam-macam wawancara terbagi berapa bagian jika ditinjau segi kepentingan penulis atau wartawan?
Jika ditinjau segi kepentingan penuli, ada tiga macam wawancara :
1. Wawancara untuk minta keterangan (information interview).
2. Wawancara untuk minta pemikiran atau pertimbangan (opinion interview).
3. Wawancara untuk membuat/menyusun cerita (feature interview).
80. Apa pengertian feature?
adalah karangan khas (karkhas) berupa cerita (bukan fiksi) yang ditulis dengan cara yang meyenangkan/mengenakan pembaca; Tekhnis penulisannya tidak perlu mengikuti jalur yang disayaratkan dalam penulisan berita; karangan lengkap nonfiksi bukan berita lempang dalam media massa yang tidak tentu panjangnya, dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreatifitas kadang-kadang dengan sentuhan sunyektivitas pengarang terhadap peristiwa, situasi, aspek kehidupan, dengan tekan pada daya pikat manusiawi untuk mencapai tujuan memberitahu, menghibur, mendidik, dan meyakinkan pembaca. Tulisan seperti ini lebih menitik beratkan pada minat manusiawi (human inters).
81. Mohon dijelaskan janis-jenis feature !
Jenis-Jenis featur terbagi menjadi 6 bagian, yaitu :
1. Feature berita, berisi feature yang lucu, ganjil, dan menarik hati.
2. Feature rasa manusia, berisi feature yang mengupas tentang sipat-sipat manusia atau prikehidupan manusia.
3. Feature sejarah, berisi hal-hal yang berhubungan dengan sejarah misalnya tentang Borobudur, museum, dan lain-lain.
4. Feature perjalanan, yaitu feature berisi kisah perjalanan.
5. Feature yang memberi penjelasan, berisi petunjuk cara membuat sesuatu barang atau cara menggunakan sesuatu.
6. Feature ilmu pengetahuan, berisi uraian hasil penelitian ilmiah.
82. Apa pengetian resensi atau timbangan buku itu?
Resensi berasal dari bahasa Belanda “recencie” atau berasal dari bahasa Yunani “recensere” yang berarti memberi penilaian. Dalam bahasa Inggris digunakan istilah “review”. resensi dimaksudkan adalah timbangan buku, pendapat atau pertimbangan mengenai kwalitas suatu buku, dalam surat kabar biasanya dikerjakan oleh penulis ahli atau penulis biasa.
83. Apa pengertian kolom?
Kolom berasal dari bahasa Inggris “columns”, jenis artikel khas, unik dan lebih memiliki daya tarik, bersipat personal dalam arti lebih akomodatif dalam memberikan keleluasaan terhadap visi otonomi dan kreatifitas penulisnya, biasanya menyoroti satu masalah tertentu dengan gaya berfikir dan berbahasa paling merdeka sesuai dengan visi dan kemampuan penulisnya. Penulis kolom atau seorang penulis yang menyumbangkan artikel kepada suatu surat kabar atau majalah secara tetap disebut kolumnis.
84. Apa yang dimaksud pemenggalan kata?
Pemenggalan kata adalah pemisahan suku kata di ahir baris karena ada batasan margin, suku kata yang terpotong ditulis dibaris berikutnya. pemenggalan ini tidak berlaku bagi hurup diftong
85. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam Pengetikan artikel?
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengetikan :
a. Gunakan kertas HVS ukuran kwarto atau folio yang bersih dan rapih (tidak ringsek). Batas margin atau kertas yang dikosongkan disisi kiri cukup 2,5 cm, sedang untuk sisi kanan cukup 2 cm. Margin atas dan bawah, cukup masing - masing 3 cm (dalam hal ini tidak ada ketentuan yang baku).
b. Keras tidak boleh digunakan timbal balik, cukup sebalik saja.
c. Pengetikan harus rapi dan tidak terlalu banyak menggunakan tipp ex cair. Kesalahan satu, dua atau tiga huruf, gunakan tipp ex kertas. Kalau kelihatan banyak kesalahan tik, sebaiknya mengganti kertas.
d. Hindari berbagai kesalahan pengetikan sekalipun satu atau dua hurup. hal ini mengurangi kepercayaan editor. Lihat ciri-ciri artikel.
e. Judul boleh diletakkan di tengah antara margin kanan dan margin kiri atau dipinggir pada margin kiri berjarak 4 cm dari sisi kertas bagian atas. Diketik dengan huruf kapital seluruhnya atau hurup kapital awal katanya saja. Boleh digarisbawahi atau tidak.
f. Nama penulis diletakan di bawah judul.
g. Kata pertama dari paragraf awal ditulis dengan hurup kapital seluruhnya. Hal ini kebiasaan hampir seluruh media.
h. Nomor halaman diletakan di bawah halaman boleh di tengah atau disisi kanan kertas.
i. Cantumkan Identitas penulis diakhir bahasan dan (jangan lupa) tulis alamat yang jelas.
86. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sehubugan dengan pengirmna artikel?
Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pengiriman artikel adalah :
a. Jumlah halaman disesuaikan dengan permintaan atau persyaratan dari redaksi, biasanya 3 -6 halaman.
b. Sebelum dimasukkan keamplop, lembaran artikel disusun rapi sesuai urutan nomor halaman dan dijepit pada samping kiri atas.
e. Sebagian media tertentu mengharuskan penulis melapirkan foto copy indentitas diri (KTP, Karti Mahasiswa, Kartu Pelajar atau SIM). Untuk itu lampirkan sesuai peryaratan redaksi.
d. Pada sampul (amplop) muka, tulis alamat redaksi yang dituju dengan lengkap dan jelas. Cantumkan di sisi kiri atas rubrik yang dituju.
e. Pada sampul belakang tulis alamat penulis dengan lengkap.
87. Setiap media selalu memberikan honorarium atau uang jasa, bernarkah?
Honorarium berarti imbalan diberikan kepada seorang penulis yang naskahnya dimuat dalam penerbitan pers atau penerbitan lainnya. Idealnya memang seharusnya begitu, namun ada media tertentu yang tidak memberikan honorarioum atau honor penulis harus diambil sendiri ke kantor redaksi. Namun media yang memberikan honor langsung via wesel pos sangat banyak.
88. Bagaimana agar honorarium itu sampai ke tangan penulis?
Agar honorarium sampai ketangan penulis, maka jangan lupa selalu mencantumkan nama dan alamat jelas di lembar ahir artikel dan pada amplop. Banyak honor yang tidak bisa dikirim karena penulis tidak mencantumkan alamat atau tidak mencantumkannya dengan lengkap.


Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Itu sebabnya, jika Anda tertarik untuk terjun ke dunia kepenulisan, syarat utamanya adalah harus merajinkan dan membiasakan diri untuk membaca. Membaca apa saja yang bisa dibaca. Insya Allah, dengan banyak membaca akan sangat menumpuk ide yang bisa dijadikan sebagai bahan tulisan. Khusus dalam pembahasan ini (dan yang paling sering ditulis) adalah menulis artikel.
Bentuk surat
ada beberapa bentuk surat yang perlu diketahui dalam persiapan membuat surat antara lain:
- bentuk surat resmi
- bentuk surat lekuk
- bentuk surat balok
- bentuk surat setengah balok
- bentuk surat campuran
- block style
- full block style
hal- hal yang harus diperhatikan dalam surat- menyurat
1. pengirim surat, yaitu orang atau lembaga yang menyampaikan pesan lewat surat.
2. penerima surat, yaitu orang atau lembaga sasaran yang dikirimi surat.
3. pesan, yaitu surat berupa informasi gagasan atau perasaan pengirimnya.
4. saluran, yaitu surat itu sendiri yanng memuat pesan yang doformulasikan dalam ragam bahasa tulis dan disajikan dalam format surat yang sesuai dengan keperluan.

menggunakan mesin ketik biasa dan menggunakan tulisan tangan. Namun hal ini bergantung dari kebutuhan dan tujuan dari surat itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar