Selasa, 19 Januari 2010

Rangkuman ini disusun oleh Muhammad Zam Zam R.S.A (1402408148) untuk memenuhi tugas mata kuliah kajian bahasa Indonesia


Bab II
Linguistik Sebagai Ilmu

A. Keilmiahan Linguistik
Keilmiahan linguistic dapat dibuktikan melalui 3 tahap , yaitu :
1. tahap spekulasi ( dalam tahap ini , pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif). contoh : dalam studi bahasa , dulu orang menganggap semua bahasa di dunia diturunkan dari bahasa Ibrani . Semua itu hanya spekulasi dan pada zaman sekarang sulit diterima .
2. tahap observasi dan klasifikasi (dalam tahap ini para ahli bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori dan kesimpulan ).
3. tahap perumusan teori ( dalam tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah dasar dan mengajukan pertanyaan . Kemudian dirumuskan hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ).
Disiplin linguistik dewasa ini telah mengalami ketiga tahap tersebut , sehingga sudah bisa dikatakan sebagai kegiatan ilmiah . Sebagai ilmu , linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya . Karena itu linguistik juga disebut ilmu nomotetik . Linguistik tidak berhenti pada satu kesimpulan saja , tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan itu berdasarkan data empiris selanjutnya .

B. Sub Disiplin Linguistik
Setiap ilmu biasanya dibagi menjadi bidang-bidang bawahan atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah lain . Demikian pula dengan linguistik , karena mengingat objek linguistik adalah bahasa yang merupakan fenomena yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia . Maka sub disiplin linguistik juga sangat banyak . Antara lain :
1. Berdasarkan objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu , dibagi menjadi 2 , yaitu :
a. linguistik umum : linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum . Pernyataan-pernyataan yang dihasilkan akan menyangkut bahasa pada umumnya .
b. linguistik khusus : linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa tertentu
2. Berdasarkan objek kajiannya bahasa pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa . dibedakan menjadi 2 , yaitu :
a. linguistik sinkronik : linguistik yang mengkaji bahasa pada masa yang terbatas . Contoh : mengkaji kaidah bahasa Indonesia pada tahun dua puluhan .
b. linguistik diakronik : linguistik yang mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas . Bisa sejak awal lahirnya bahasa sampai punahnya bahasa tersebut . ( linguistik historis komparatif )

3. Berdasarkan objek kajiannya apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor diluar bahasa . Dibedakan menjadi :
a. linguistik mikro : linguistik yang mengarahkan kajiannya pada struktur internal bahasa pada umumnya . Linguistik mikro dibagi lagi menjadi sub disiplin linguistik fonologi ( mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa ) , linguistik morfologi ( mempelajari struktur kata , bagian , serta cara pembentukannya ), linguistik sintaksis ( mempelajari satuan kata , satuan lain diatas kata , hubungan satu dengan yang lain , dan cara penyusunannya sehingga menjadi sebuah ujaran ), linguistik semantik ( mempelajari makna yang bersifat leksikal , gramatikal , dan kontekstual ), linguistik leksikologi ( mempelajari kosa kata suatu bahasa ) .
b. linguistik makro : linguistik yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor diluar bahasa . Linguistik makro dibagi lagi menjadi subdisiplin sosiolinguistik , psikolinguistik , antropolinguistik , etnolinguistik , stilistika , filologi , dialektologi , filsafat bahasa , dan neurolonguistik ) .

4. Berdasarkan tujuannya apakah penyelidikan linguistik untuk merumuskan teori atau untuk diterapkan , dibagi menjadi :
a. linguistik teoretis: linguistik yang berusaha mengadakan penelitian atau penyelidikan terhadap bahasa yang tujuannya hanya untuk kepentingan teori belaka .
b. linguistik terapan : linguistik yang berusaha mengadakan penyelidikan dengan tujuan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di masyarakat .

5. Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa , dapat dibagi menjadi :
a. linguistik tradisional
b. linguistik structural
c. linguistik transformasional
d. linguistik generatif
e. linguistik semantik
f. linguistik relasional
g. linguistik sistemik

C. Analisis Linguistik
Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa atau lebih tepat terhadap semua tatanan tingkat bahasa yaitu fonetik , fonemik , morfologi , sintaksis dan semantik .


D. Struktur , Sistem , dan Distribusi
1. Struktur : susunan bagian-bagian kalimat atau konsistuen kalimat secara linear .
2. Sistem : hubungan antara bagian-bagian kalimat tertentu dengan kalimat lainnya .
3. Distribusi : menyangkut masalah dapat atau tidaknya penggantian suatu konstituen dalam suatu kalimat tertentu dengan konstituen lain .

E. Analisis Bawahan Langsung
Analisis bawahan langsung sering disebut analisis unsur langsung atau analisis bawahan terdekat adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen yang membangun suatu satuan bahasa entah satuan kata , frase , klausa , maupun kalimat . Analisis bawahan langsung berfungsi untuk menghindari keambiguan karena satuan-satuan bahasa yang terikat dapat dipahami dengan analisis tersebut .

F. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur
Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur lain . misal : satuan tertimbun terdiri dari ter -+ timbun .
Analisis proses unsur menganggap setiap satuan bahasa merupakan hasil dari suatu proses pembentukan . misal : bentuk tertimbun merupakan hasil dari proses prefiksasi ter dengan dasar timbun .

G. Manfaat Linguistik
1. Bagi linguis : membantu menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya .
2. Bagi peneliti,kritikus,dan penikmat sastra : membantu memahami karya sastra dengan lebih baik
3. Bagi guru : membantu merumuskan kaidah preskriptif dan deskriptif sehingga pengajaran berjalan dengan baik
4. Bagi penyusun dan penerjemah : membantu menyelesaikan tugasnya
5. Bagi penyusun buku pelajaran : memberi tuntunan dalam menyusun kalimat yang tepat serta memilih kosa kata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca
6. Bagi negarawan dan politikus : membantu menyalurkan pemikiran baik secara lisan dan tulisan , Karena politikus haruslah mengerti soal bahasa .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar